Gunung Budeg, indahnya rasa ribuan MDPL

Rencana liburan malam ini mau ngopi ke pondok kopi Umbul Sidomukti Semarang, ternyata malah nyasar ke Gunung Budeg. Gunung Budeg terletak di Desa Tanggung, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Gunung ini juga biasa disebut Gunung Cikrak oleh masyarakat Tulungagung. Belum ada sumber yang pasti tentang berapa ketinggian gunung ini, tapi bisa di kira-kira tingginya tak sampai seribu meter dari permukaan laut.

Malam itu saya berangkat seorang diri. Rencana ke semarang pun sebenarnya tidak ada planing jauh-jauh hari, keinginan jalan-jalan ya waktu malam itu juga, kebetulan ada waktu libur kerja. Sesampainya di Terminal Purabaya, setelah menitipkan sepedah motor dan memesan kopi sebentar, iseng-iseng buka Timeline Instagram melihat foto-foto yang dibagikan following saya. Saya melihat disitu ada postingan foto dengan caption Gunung Budeg yang terletak di Kabupaten Tulungagung. Saat itu juga saya browsing di internet tentang informasi lengkap dan foto-fotonya.

IMG_20150219_075547

Kekaguman saya datang seketika melihat tebing-tebing itu, dan membatalkan niat saya untuk berangkat ke Semarang. Dan pada akhirnya saya mencari bus jurusan Tulungagung, dengan menaiki bus PO Pelita Indah yang tak ber AC. Di Tulungagung kebetulan ada saudara, hahaha, kebetulan lagi, jadi gak bakal kerepotan untuk menuju basecamp nantinya.

Berangkat pukul 01.00 dini hari, tak banyak yang saya lakukan di dalam bus, cuma bengong dan tetap saja terjaga. Jam 4 pagi saya sudah sampai di Terminal Tulungagung, tinggal menunggu jemputan saudara saya yang sebelumnya sudah saya kontak. Tidak lama kemudian, Iwan (nama) keponakan saya sudah berada di depan terminal dan langsung saja saya berangkat menuju Boyolangu.

Dari kota menuju gunung Budek tidaklah jauh, hanya sekitar 30 menit. Sebelum tiba saya mampir sarapan didekat pasar Boyolangu, makanan kesukaan saya ketika biasa singgah di kota ini, ya, nama makanan itu pecel punten. Pagi yang nikmat, dan siap untuk treking. Setelah bertanya sana-sini akhirnya ketemu juga, untuk mendaki disini tidak dipungut biaya perijinan, cukup membayar seikhlasnya untuk menitipkan kendaraan dirumah warga. Saudara saya tidak tertarik ikut naik, karena memang dia nggak pernah naik gunung, jadilah dia hanya menunggu saya di basecamp sambil tiduran.

Pukul 6.30 saya berjalan menaiki setiap jengkalnya dengan hanya berbekal 1 botol air mineral, karena tidak berencana untuk camping, jadi tidak berat-berat bawa logistik dan tenda. Baru berjalan 15 menit saja mata sudah di suguhi pemandangan segar, bukit kapur selatan yang memanjang, dan tanaman padi disawah yang sedang hijau-hujaunya. Jalur cukup landai, setelah berjalan 30 menit track yang tadinya berupa tanah merah kini berubah jadi batuan yang kadang harus sesekali memanjat.

Walaupun hari libur, tidak banyak yang mendaki gunung ini, karena memang tak sepopuler gunung-gunung lainya di Jawa Timur. Dan setalah kurang dari 70 menit saya sudah sampai dipuncak, sudah sampai? Ya sudah, karena memang gunung ini tidak tinggi, cocok buat olahraga kala pagi.

Dipuncak terdapat beberapa pemancar yang menjulang, entah pemancar apa, dan disekitar situ biasanya pendaki mendirikan tenda. Disini juga tidak terdapat sumber mata air, jadi bawalah air secukupnya jika hendak camping ceria ke Gunung Budeg. Meskipun gunung ini ketinggianya tidak sampai 1.000 MDPL, namun pemandangan disini tidak kalah. Diujung barat utara terlihat Gunung Wilis berdiri dengan gagah melebar. Jika malam akan terlihat lampu-lampu kota seperti bertabur bintang.

Ketika pagi hari kita bisa melihat sunrise yang memberi hangat perlahan di ufuk timur. Dan jika beruntung maka juga akan melihat seperti awan dibawah kita, namun sebenarnya bukan awan, mereka adalah kabut yang enggan bergerak. Bayangkan saja rasanya disini, gunung ratusan MDPL (meter diatas permukaan laut) namun indahnya serasa di ribuan MDPL. Tak banyak pendaki saat dipuncak, hanya beberapa saja, dan tak lupa meminta tolong untuk memotretkan saya disana, "terimakasih mas".

Gunung Budek terbilang masih perawan, masih bersih dan hampir tidak ada sisa-sisa sampah. Jika ada rencana kemari, bawalah sampah makanan kalian turun, kalau nggak mau bawa, telan saja sampahmu.

IMG_20150301_114441

Komentar