Yang tak tergambarkan dipulau Menjangan

Mendengar kata Snorkling dan Diving, tentu saja pulau Menjangan yang paling recomended di Bali, jangan ngaku pernah ke Bali jika belum ke pulau Menjangan. Setelah puas dengan sajian alam Kawah ijen, kami langsung menuju pantai Watudodol yang tidak jauh dari Pelabuhan Ketapang, karena disanalah akses tercepat untuk menyebrang pulau Menjangan jika dari Banyuwangi. Dari bali kita juga bisa menyebrang melalui pelabuhan Gilimanuk yang berakhir diteluk menjangan.

inggitguitara_2014-12-18_06-29-07

Pulau Menjangan merupakan salah satu pulau kecil yang tak berpenghuni dan masuk dalam kawasan Taman Nasional Bali Barat. Dari namanya, pulau ini terdengar sangat unik ya, pulau berpasir putih ini diberikan nama Menjangan karena di pulau ini hidup sekelompok hewan menjangan yang hidup secara liar di pulau ini, begitulah sedikit penjelasan pulau Menjangan dari mas Sulis, orang yang akan mengantarkan saya ke pulau kecil itu, masih dengan ke empat teman saya, Vikri, Angga, Didin dan Bagus.

Sebelum  kami datang ke watudodol, kami sudah mendapatkan contact Mas Sulis saat hendak menuju Kawah Ijen, kami bertemu beliau saat istirahat di pantai Watudodol. Tarif untuk menuju pulau Menjangan dengan perahu Rp 600.000 PP, setelah kami tawar, akhirnya mas sulis memberikan harga Rp 500.000 belum termasuk sewa alat snorkling dan ijin masuk kawasan taman nasional yang biayanya Rp 60.000 / kelompok. Untuk menyewa alat snorkling bisa minta tolong juga ke mas sulis untuk mengantarkan ke rental alat snorkling yang tidak jauh dari pantai, biaya sewa alat 1 seat Rp 50.000 sudah termasuk life jaket.

Pukul 12.20 kami berangkat menuju pulau menjangan menggunakan perahu kecil, kecil banget, hanya muat 8 orang. Cuaca siang ini kurang mendukung, mendung menyelimuti selat banyuwangi, dan ombak yang membuat nyali saya menciut, bagaimana tidak, kami hanya menaiki kapal yang lebarnya mungkin hanya 1 meter, dengan seringnya dihantam gelombang ombak yang lumayan besar, memaksa perahu harus sering berhenti untuk membersihkan sampah yang tersangkut di mesin. Perjalanan menuju pulau menjangan biasanya memakan waktu 45 menit dari bibir pantai Watudodol, karena cuaca kurang baik mungkin bisa lebih dari 45 menit.

Entah sudah pukul berapa kami sampai dibibir pantai pulau menjangan, rasanya takjub sekali memandang air menembus dasarnya, memperlihatkan terumbu karang dan ikan-ikan kecil berbagai macam jenis, membuat saya ingin segera menceburkan diri ke beningnya air laut. Dipulau Menjangan ini tidak ada warung, jadi kalau kesini bawalah makanan dan air mineral kalau tidak ingin kelaparan dan dehidrasi, jangan sampai minum air laut ya, hehehe. Jika ingin bermalam disini juga bisa untuk mendirikan tenda, tapi akan dikenakan tarif perahu dobel, jadi Rp 500.000 x 2, seperti itu yang dijelaskan oleh mas Sulis karena beliau tidak bisa menunggu rombongan yang bermalam disini, beliau akan menjemput esok harinya, tinggal janjian aja jam berapa kita minta dijemput.

Menuju jembatan dan segera melompat, satu-persatu dari kami mengintip apa yang tersaji dalam laut, dan terpaksa harus bergantian karena hanya menyewa 3 seat alat snorkling, biar nggak boros hehe. Ribuan makhluk hidup dikedalaman air dengan keindahnya memberikan rasa kagum yang luar biasa, membuat saya enggan meninggalkan pulau menjangan, karena harus bergantian terpaksalah saya melepas kacamata  dan sepatu snorkling, sayangnya kami juga tidak bisa mengambil foto bawah laut, tentu saja karena keterbatasan kamera, nggak sempet pinjem kamera Underwater.

_MG_9133

Puas bermain air dan melihat pemandangan bawah laut, mas Sulis akan mengantarkan kami ke Pura Segara Giri Dharma Kencana dengan menggunakan perahu miliknya, perjalanan memakan waktu sekitar 10 menit dari teluk menjangan. Pura ini masih berada di dalam pulau Menjangan, terdapat patung Ganesha yang sangat besar. Lagi-lagi cuaca tidak bersahabat, sehingga mengurungkan niat saya dan kawan-kawan untuk menyaksikan megahnya patung Ganesha lebih dekat, mas Sulis berkata, gelombang besar, lebih baik kita segera kembali karena sebentar lagi akan turun hujan, akhirnya kami menurut saja, toh kapan-kapan juga masih bisa berkunjung kesini lagi, Amin.

Sampai ditengah perjalanan pulang, tiba-tiba petir menyambar-nyambar laut utara pulau bali, hujan dengan cepat mengguyur lautan dan menaikan gelombang, sesegara mungkin saya dan kawan-kawan membantu mas Sulis memasang atap perahu yang terbuat dari terpal. Udara dan angin yang sangat dingin, baru sekali ini saya merasakan dinginya angin laut yang membuat badan meriang dengan baju yang masih basah pula karena sisa- sisa terjangan ombak.

Alhamdulillah, sebelum gelap kami sampai di bibir pantai Watudodol dan menumpang mandi dirumah warga sekitar. Perjalanan yang sangat berkesan, dan membuat saya berjanji, suatu saat saya akan kembali kesini menikmati flora dan fauna dalam laut pulau Menjangan. Trimakasih buat Mas Sulis, sudah membantu perjalanan kami dari Banyuwangi ke Taman Nasional Bali Barat.

_MG_9377

Komentar

  1. Hallo widi

    Ini nomernya mas sulis yanto 082302028375 (perahu menjangan).

    Bisa juga nego langsung disana. Coba ke pantai watu dodol dulu. Disana banyak perahu milik nelayan.

    Terimakasih sudah mampir, semoga bisa membantu :)

    BalasHapus

Posting Komentar