Naik Gunung, Ngapain?



Kenapa mendaki gunung?

Begitulah pertanyaan yang sering di lontarkan orang-orang kepada pendaki gunung. Banyak yang beranggapan bahwa mendaki gunung itu kegiatan yang tidaklah penting. Mau refresing saja kok repot-repot jalan berjam-jam dan bahkan bisa berhari-hari di hutan yang sangat jauh dari rasa nyaman. Bukankah untuk sekedar refresing tidak harus melakukan kegiatan se extreem itu. Ya, setiap orang memang punya pandangan dan cara masing-masing untuk menghibur dirinya sendiri.

IMG_20150615_041327

Berikut inilah beberapa hal pemikiran dari pendaki kenapa harus mau bersusah payah untuk naik gunung.

  1. Keramah tamahan


Ketika melakukan pendakian, tidak jarang kamu akan bertemu dengan rombongan pendaki dari berbagai daerah bahkan dari luar negeri sekalipun. Bukan sesuatu yang aneh meskipun tidak saling kenal, tapi dengan murahnya mereka akan memberi senyum dan sapa yang paling tulus kepadamu. Tentunya suatu hal yang sangat jarang di temui di kota-kota tempat kita tinggal.

Sesampainya di camp ground jangan sungkan-sungkan mengajak ngobrol dengan sesama pendaki, entah itu ingin mengajak berkenalan, atau berbagi cerita pengalaman, syukur-syukur kalau beruntung bisa ketemu pasangan. (buat yang jomblo :D)

Mereka sama halnya seperti kita, akan senang jika mendapatkan teman baru dan pengalaman baru. Duduklah santai, mengobrol dengan hangat, kemungkinan besar mereka akan menawarkan kita segelas kopi dan cemilan gratis di sela-sela obrolan. Tapi jangan terlalu berharap juga ya.

Sudah pernah ngopi di gunung? Yang belum selamat mencoba, nikmati sensasinya bersama teman baru.

  1. Ketenangan jiwa


Keluar dari rutinitas sejenak untuk mencari ketenangan. Lupakan tentang gadget, dan medsos. Bernafaslah sedalam-dalamnya dan hembuskan perlahan ketika kamu berada dalam lebatnya hutan. Obati paru-parumu yang sudah terlanjur terkontaminasi oleh polusi kota.

Kini mata dan telingamu juga akan merasa di manja. Kamu tidak akan bosan melihat padang savana luas dengan hamparan bunga edelweis, dan gumpalan awan itu akan terlihat nyata di bawah kakimu ketika sampai dipuncak. Telingamu tidak akan panas seperti biasanya yang hanya mendengar bising jerit kenalpot kendaraan di dalam kemacetan. Suara berbagai macam burung dan gesekan pohon akibat angin kini menjadi rangkaian nyanyian alam yang siap untuk kamu dengar.

  1. Melatih mental


Sudah tau kan kalau udara di gunung itu dingin, belum lagi kalau tiba-tiba datang badai. Berjalan jauh dan tidak tau kapan berakhirnya. Melawan kabut melawati hutan yang gelap di malam hari, dengan medan yang menanjak terjal. Di bayangin aja bikin takut!

Ketakutan itu lah yang nantinya membentuk mentalmu, kamu akan terlatih dengan sendirinya oleh apa yang di berikan alam. Tentunya dengan bekal pengetahuan apa saja yang harus di lakukan sebelum melakukan pendakian.

Seiring berjalanya waktu, sekarang kamu tidak akan menjadi seorang yang penakut. Kamu akan lebih bisa bertindak cepat jika terjadi hal-hal yang tidak di inginkan olehmu atau kawan serombonganmu ketika melakukan pendakian. Dan tanpa sadar, keadaanmu yang sekarang akan terbawa di dalam kehidupanmu sehari-hari. Buktikan!

  1. Mengenali diri sendiri


Dalam pendakian kamu di tuntut untuk mandiri. Masa iya kamu tega menyuruh teman seperjalanan untuk bawa barang pribadimu? Kamu merasa berat atau capek? Nah, begitu juga apa yang dirasakan temanmu, dia juga berat, dia juga capek. Setiap pandaki pasti pernah merasakan hal ini. Dari sini saja sudah ketahuan sifat-sifat kita, dan ini juga berlaku pada teman seperjalananmu, kamu akan mengenali sifat asli mereka. Kita tidak menyadari bahwa kita begitu egois. Naik gunung itu perjalanan yang sangat melelahkan. Jika belum siap fisik, lebih baik tidak usah naik gunung. Kekompakan dalam kelompok memang penting, rasakan apa yang juga di rasakan teman seperjalananmu. Nantinya kamu akan menjadi orang yang peka di lingkunganmu. Dan yang terpenting, tidak merepotkan orang di sekitar, kamu akan lebih mandiri.

Saat di puncak kamu akan menyadari betapa kecilnya dirimu di atas sana, betapa egoisnya kita selama perjalanan. Masih pantaskah kamu untuk sombong? Setiba perjalanan dari gunung, renungilah setiap pelajaran yang kamu dapat. Dan pulanglah menjadi pribadi yang lebih baik.

  1. Cerita dan Kenangan


Sebegitu panjangnya perjalanan dari basecamp pendakian sampai puncak tentunya akan memberi banyak kenangan. Kamu tidak akan pernah lupa tentang panorama danau di atas gunung yang indah, tentang segelas kopi dengan teman baru, tentang bagaimana dingin yang kadang menyiksamu, tentang racauanmu saat kakimu sudah ingin menyerah untuk melangkah.

Ketika kamu melihat tubuhmu terbingkai dalam lembaran kertas foto di atas puncak gunung, di tengah padang savana luas, di antara jurang yang siap memanggilmu, percayalah kamu tidak akan bisa melupakan setiap detik moment tersebut. Dan akan menjadi kenangan yang berkesan untuk kau caritakan kepada anak cucumu kelak.

Baca juga artikel 5 Gunung di Jawa Timur Cocok Untuk Pemula

#Happy hiking

 


Komentar

  1. Ternyta bnyak sekali ya maknany, Terutama dlm menguji kesbran dan kegigihan qt utk mencapai titik puncak suatu keberhasilan. Semua itu terbayarkan saat seluruh anggota panca indra qt dmanjakan oleh alam. Subhanallah. .tak dpt diungkapkan dgn kata" sderhana akan keindhanny. .
    Ingin sekalii ku bs berada dekat dgn alam, bercerita dgn alam, mungkin suatu saat nnti sprtii kk inggit :)
    *Happy hiking n keep of our nature :)

    BalasHapus
  2. Hai dewi

    Nah, sekarang waktunya kamu nyobain gimana rasanya berada di ketinggian. Yang penting sudah lolos ijin dari orang tuamu :p

    Packing deh!

    BalasHapus

Posting Komentar