Melepas Penat Sejenak di Kebun Buah Mangunan Imogiri

Meninggalkan kota Surabaya sejenak dari rutinitas adalah pilihan yang tepat untuk menghindari stres. Perjalanan ini sebenarnya tanpa tujuan yang jelas, yang penting kabur dari kota macet seperti Surabaya. Rasa-rasanya kaki saya sudah tidak betah terbujur di atas kasur spon kamar. Pengen jalan-jalan, tapi bingung mau kemana. Kebetulan sekali, semenit kemudian terdengar bunyi notifikasi pada smartphone, dan itu adalah pesan masuk dari teman saya yang sedang study S2 di kota gudeg Yogyakarta. Pesan singkat itu berisi. 

"kapan koe nang jogja?".

Dan tanpa bermenit-menit berpikir, saat itu spontan saya menjawab,,,

"OK , aku OTW sekarang Sen, tunggu aku". 

IMG_20150606_180011

Begitulah saya menjawab pesan masuk kawan saya. Sesudahnya mengemas barang bawaan secukupnya, pukulsebelas langsung menuju terminal Purabaya Surabaya. Dan, berangkatlah menuju jogja.

Pagi jogja, tak terasa sudah sampai juga. Jelas tidak terasa karena dari naik sampai turun bus mata tak pernah terjaga.

Hari ini saya berencana mengunjungi kebun buah mangunan yang terletak di Imogiri. Yang saya tahu dari kawan saya Sena, Tempat ini katanya lagi hits di Yogyakarta. Lama menunggu kedatangan Sena di terminal, saya pun mengahabiskan waktu di angkringan belakang terminal. satu jam kemudian barulah dia datang. lalu saya menuju rumah kos kawan saya ini untuk istirahat sebentar dan sarapan pagi.

Oke, akhirnya saya harus berangkat seorang diri karena si Sena harus masuk kuliah pagi. Gagal juga merayunya untuk bolos kuliah. Maklum, ini orang sangat rajin dan terpelajar. Tanpa lama-lama saya pun mengantarkan Sena ke kampus dulu lalu meminjam motornya untuk menuju kebun buah mangunan. Dengan mengendarai Honda Supra fit, saya melaju kencang ke arah jl. Parangtritis karena disanalah arah ke Imogiri. Kondisi jalan sangat baik dan lancar. Dan sesekali harus membuka Google maps untuk mengantarkan saya ke tujuan. Sebenarnya untuk menuju lokasi tidak terlalu rumit karena hampir di setiap perempatan atau pertigaan terdapat papan penunjuk arah yang bertuliskan Imogiri. Kalau masih bingung juga, mending tanya sama warga Desa, tanyakan arah kebun buah mangunan, Imogiri. Jarak tempuh dari kota Yogyakarta ke lokasi kurang lebih empat puluh menit. Jalur yang dilalui naik turun layaknya berkendara di pegunungan.

Untuk masuk ke kawasan wisata ini dikenakan tarif Rp 5.000. Udara disini cukup panas, karena memang pohon di puncak kebun buah mangunan tidak serimbun ketika di perjalanan. Sebenarnya untuk ke sini lebih cocok kalau pagi-pagi sekali atau sore hari. Ketika pagi view dari gardu pandang lebih keren. Kita bisa melihat gumpalan kabut yang enggan bergerak menutupi sungai di bawah sana. Tapi jangan khawatir, karena disini di sediakan semacam pos kecil yang lumayan untuk kita berteduh ketika panas. Jika bukan hari libur tempat ini lumayan sepi, cocoklah buat pelarian kala sumpek menghampiri. Pas juga buat yang mau preewed model ala-ala Jack dan Rose naik kapal Titanic sambil di peluk dari belakang. Anggap aja itu pagar kapal, lalu sungainya itu laut.

Jangan lupa bawa air mineral secukupnya, karena yang saya lihat saat itu tidak ada orang berjualan di sekitar puncak gardu pandang. Alhasil, dehidrasi menyerang dan tenggorokan mengering.

P_20150529_113950_1

"Ketika pagi view dari gardu pandang lebih keren, kita bisa melihat gumpalan kabut yang enggan bergerak menutupi sungai di bawah sana"

Setelah ini saya akan melanjutkan perjalanan ke Goa Gajah dan Hutan Pinus Imogiri. 

Komentar

  1. Hai mas uri dp, terimakasih sudah mampir di blog saya :)

    Bener, wajib di samperin deh. kalau pagi lebih keren :D

    BalasHapus
  2. Yeay sy udah kesana juga emang lebih keren pagi sih. Tapi ramenyaa ajubilahhh
    Sampe gak bisa motret.
    Keren keren...

    BalasHapus
  3. Wuih yang dari Surabaya sudah sampai Mangunan aja ini. Sayang ya pas lagi nggak musim buah.

    BalasHapus
  4. Hai mas wihikan

    Iya, sayangya pas siang juga. Panasnya nggak ketulungan. Kalau sore Mungkin sejuk ya.

    Salam kenal :)

    BalasHapus

Posting Komentar