Pulau Padar, Kunjungan Pertama Ketika Sailing Komodo

Tepatnya hari selasa, saya menyapa pagi pertama di tanah bagian barat Pulau Flores. Barang-barang sudah siap terbungkus rapi di dalam ransel. Saatnya memenuhi janji dengan seseorang yang saya kenal ketika menyebrang dari Sape ke Labuan bajo.

Pak Azhar dan Bu Nita adalah keluarga dari Bekasi yang nantinya akan mengajak saya sharing cost ke Pulau Komodo. Jam tujuh tepat kami sudah berada di travel agen Bajo Dive Club. Disana Bang Suhar selaku nahkoda juga sudah siap mengantar kami menuju perahu di ujung Pelabuhan Tilong. Lima menit kami berjalan kaki ke arah utara dan tiba juga di keramaian pelabuhan.

Puluhan perahu terlihat terparkir rapi pada dermaga, mesin-mesinya pun sudah sibuk mendengkur panas ingin segera melaju. Kemudian Bang Suhar mempersilahkan kami untuk menaruh barang di kamar kabin, karena perahu kayu akan segera berangkat menuju Pulau Padar. Ahh, saya sudah tidak sabar.

[caption id="attachment_418" align="aligncenter" width="640"]puncak pulau padar puncak pulau padar[/caption]

"Pulau Padar merupakan pulau terbesar ketiga di Kepulauan Komodo dan diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, karena letaknya masih berada dalam wilayah Taman Nasional Komodo, Flores, Nusa Tenggara Timur."


Perlahan perahu sudah menjauh meninggalkan Pelabuhan Tilong dan pulau-pulau kecil tandus di sekitarnya. Sambil menikmati panorama laut di sepanjang perjalanan, Pak Azhar dan Bu Nita mulai bercerita panjang lebar tentang masa muda mereka, sedangkan kedua anaknya masih saja sibuk dengan smartphone.

Percakapan di antara kami seolah tak pernah habis. Mulai pembahasan pendakian gunung sampai travellingnya mereka ke luar negeri. Karena beliau adalah orang asli Sumatra dan Aceh, pertanyaan-pertanyaan seputar Gunung Kerinci dan Gunung Leuser pun tak saya lewatkan untuk mencari sumber informasi. Dari ceritanya, ternyata mereka sudah sangat melalang buana di dunia travelling dan pendakian. Saya yang hanya seorang backpacker abal-abal semakin antusias mendengarnya.

Tiba-tiba saja obrolan kami terpotong karena di kejutkan dua ekor Lumba-lumba di sisi kiri kapal. Dengan gesitnya mereka melompat bersamaan memperlihatkan bibir monyongnya. Sayangnya insiden itu hanya terjadi beberapa detik. Bang Suhar pada ruang kemudinya menimpali, kalau dirinya juga sering menjumpai ikan-ikan cerdas tersebut di perairan Taman Nasional Komodo.

Semakin menjauh dari peradaban Labuan bajo, semakin besar gelombang yang datang menerpa perahu kami. Kata Bang Suhar, di daerah perairan ini memang gelombangnya besar dan berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Maka dari itu Pulau Padar tak se terkenal Pulau Rinca dan Pulau Komodo karena jarangnya wisatawan yang ingin mengunjunginya.

IMG_4641

Hampir tiga jam lebih waktu di telan percakapan. Riak ombak kemudian semakin tipis oleh lajur kapal. Mungkin tidak jauh lagi kami akan sampai di bibir Pantai Padar. Saya melihat ruang dapur perahu, dua ABK sedang sibuk memasak untuk makan siang. Kelihatanya siang ini saya akan makan enak, hahaha, setelah berhari-hari perut di hajar nasi bungkus dan mie instan. Alhamdulillah lagi.

Perjalanan sudah semakin dekat, gugusan tebing di Pulau Padar semakin terlihat jelas di depan mata. Alunan musik Cold play dari ruangan kemudi Bang Suhar di bunyikan sekencang-kencangnya, menambah keseruan tamasya siang ini. Pak Azar dan kedua anaknya kini sibuk mengabadikan momen dalam bingkai foto, sedangkan Bu Nita dan Rahul anak keduanya menjadi objek dari sasaran kamera Pak Azhar.

Bang Suhar berkata, sebentar lagi kita akan sampai dan melanjutkan treking ke atas bukit. Saya pun menyiapkan apa yang perlu saya bawa, terutama buah-buahan dan air mineral. Kapal yang kami tumpangi mulai sandar di bibir pantai. Karangnya mencolok seperti yang biasa saya lihat di hiasan akuarium rumah, sungguh indah bawah lautnya.

Bang Suhar ikut turun perahu dan merangkap menjadi guide selama treking ke Pulau Padar. Kali ini matahari benar-benar tidak bersahabat, menyengat bagai gigitan. Kami berjalan berurutan dan saling menjaga jarak karena debu pada jalan setapak semakin beterbangan, semakin lama semakin membuat sesak dan dahaga. Tidak ada pepohonan besar di pulau ini, hanya ada rumput ilalang yang sudah mati dan kering. Panas sebaliknya tidak membakar semangat, justru melemahkan setiap langkah.

Dengan nafas yang tersengal-sengal Bu Nita seringkali menengok ke belakang, dan selalu berkata "keren, keren, ini keren pak", sambil menunjuk ke arah gugusan Kepulauan Padar. Dari atas, cekungan beberapa pantai kian terlihar jelas. Bibir pantai nampak menghijau dengan terumbu karang yang menerawang kemudian membiru. Jujur, sebelumnya saya tidak pernah melihat pantai yang begitu indah seperti disini.

Perjuangan empat jam menyeberangi Taman Nasional Komodo dan treking selama setengah jam terbayar lunas setelah sampai di puncak padar. Buah pisang dan sebotol air mineral melengkapi kenikmatan yang tersaji di pandangan mata saya. Selain merenung dan bersyukur, ritual wajib selanjutnya adalah menyempatkan mengambil beberapa bingkai foto.

Tidak lama kami berada di puncak, matahari yang semakin membakar kulit memaksa kami segera kembali ke perahu untuk makan siang dan melanjutkan perjalanan ke Pulau Kalong. Pulau eksotis yang di dalamnya terdapat ribuan kalong, dan dengan sunset terbaiknya sebagai penghantar malam.

IMG_4750

Baca lanjutan cerita di Pulau Kalong dan Pulau Komodo.

Cerita perjalanan trip Flores.

Catatan

Untuk sailing Pulau Komodo dua hari satu malam kita sharing cost 1 juta perorang dengan fasilitas kamar kabin, 5 x makan + snack + air mineral + buah-buahan, dan kamar mandi. tujuan Pulau Padar, Pulau Kalong, Pulau Komodo, Pantai Pink dan Manta point. Tidak termasuk biaya tiket masuk kawasan taman nasional dan tips ranger.

Komentar

  1. Wajib, harus kesini :D
    Destinasi Flores gak akan ada habis-habisnya untuk di explore.

    Terima kasih sudah mampir mas Alan :)

    BalasHapus
  2. kalo blm pernah liat yg seindah ini, berarti pantai ini yg terindah dari semua pantai yg pernah abang datangin?
    Wuahhhh tak bsa bayangin indahnya klo liat dengan mata sendiri.
    Btw emang stp tracking selalu bawa buah?? Perlu dicoba nih ben gak mi instant tok. Hahaa

    BalasHapus
  3. Yess, dari yang pernah aku datengin. Ini yang paling indah..indahnya kamu sama indahku belum tentu sama sih. Hahaha.

    Bawa dong. Paling nggak jeruk, seger. Cobain!

    BalasHapus
  4. Wow keren memang wisata indonesia, lihat juga disini www.matajatim.com

    BalasHapus
  5. Pulau Padar sampai saat ini masih yang terbaik yang pernah saya temui dan datangi langsung. entah esok lusa saat kaki menjejak wilayah timur lainnya.

    BalasHapus
  6. Hallo Kak Donna

    Betul sekali, rasanya seperti mimpi ngelihat pulau ini dari atas puncak. Amin, semoga mbak :)

    BalasHapus
  7. sugeng enjing kang, kebtulan ane mw soloing ksana ni kanh, kira kira klo soloing ksana dan cari share sailing langsung di bajo bisa dapat kah?jika berkenan mohon konteknya kang bisa di sent ke email kulo (SMStevanus@gmail.com) matur sembah nuwun.

    BalasHapus
  8. Halo mas evan...Bisa juga cari temen share cost disana kok. waktu saya kesana juga kebetulan ketemu rombongan dr bekasi terus di ajakin share cost. Apa begeni saja, mas telfon ke mas nun operatornya bajo dive club, ngomong saja mas sendirian dan ingin ke pulau komodo, minta tolong suruh nyarikan barengan biar bs lebih murah. jangan lupa kontak jauh2 hari. no hp nya sudah saya cantumkan diatas. kalau mau tanya2 lagi bisa email saya inggitthok@gmail.com

    BalasHapus
  9. Seru nich ceritanya. Btw blh minta nomornya mas nun operator bajo dive Club. Pengen cri info sblm ksn. Btw hrg kapal perorang ITU 1 jt. Smpt k danau kelimutu g. Makasih

    BalasHapus
  10. Hallo mbak Lastri

    ada, kebetulan masih nyimpan. 081236112881/Mas Nun. Nggak mbak lastri, ini hanya sailing Pulau Komodo saja. Tapi di L bajo banyak kok travel yg bisa ngantar ke Kelimutu.

    BalasHapus
  11. Makasih infonya :)

    BalasHapus
  12. Sama-sama Mbal Lastri :)

    BalasHapus
  13. Wajib banget klo ke TN Komodo nanjak ke sini, walaupun capek tapi kalau sudah di atas terbayarkan dengan keindahan yang bisa dilihat...

    BalasHapus
  14. Setuju.. Paling suka tempat ini. :)

    BalasHapus

Posting Komentar