Rumah Singgah Lombok Dan Sepenggal Cerita

Kali kedua saya berkunjung ke Rumah Singgah Backpacker Lombok, setelah tahun 2014 lalu ketika ingin mendaki Gunung Rinjani. Berita terbaru yang saya dengar dari seorang kawan di Kalimantan, sekarang setiap pengunjung yang ingin datang harus konfirmasi terlebih dahulu ke para Host rumah singgah. Katanya, karena semakin banyaknya tamu dan supaya tamu bisa lebih terkoordinir lagi dengan baik. Kebetulan sekali, saya masih menyimpan nomor Bang Iyus, salah satu Host di rumah singgah. Jadi, saya tidak perlu repot browsing lagi mencari nomor telephone Host di forum sosial media.

Rumah yang ber-alamat di Jalan Bangil V no 6, BTN Taman Baru, Kota Mataram ini tidak berubah, begitu pula soal keramahan. Dimana sebelum memasuki ruangan, pasti akan ada sambutan senyum hangat dan jabat tangan perkenalan. Ya, di teras berkanopi, beralas karpet biru yang biasanya tersedia hidangan kopi hitam, disitulah tempat para pelancong dari dalam dan luar negeri berbagi cerita perjalananya. Juga, tempat menyusun rencana dan ngobrol enak untuk berdiskusi kemana tujuan destinasi kita besok.

[caption id="attachment_383" align="aligncenter" width="960"]keluarga rumah singgah Keluarga rumah singgah[/caption]

'Dari mana nih bang?, barang-barangnya taruh saja di dalam, terus jangan lupa ya, nanti isi daftar tamu di buku itu'.

Sapaan pertama untuk saya dari Mamak, sambil jarinya menunjuk sebuah buku daftar tamu di atas etalase miliknya. Mamak dan Bapak, sosok bersahajah di pagi itu yang menyambut kedatangan saya kedua kalinya. Beliau adalah pemilik rumah singgah ini, yang bersedia menyediakan tempat tinggalnya sebagai jujukan orang-orang ketika berlibur di Pulau Lombok dengan gratis dan iklhlas. Kau sungguh mulia Mak, Pak.

Hari ini tidak ada rencana kemanapun. Saya ingin beristirahat setelah berpuluh hari kelelahan keliling Flores. Selain itu, bekal di dompet juga semakin kurus. Sedangkan tiket pulang ke Surabaya masih empat hari lagi, bakal ngirit budget banget di Lombok. Huuh! Mengundang rasa kebingungan yang amat sangat, harus di bawa kemana kaki ini empat hari kedepan, tentunya dengan isi kantong yang makin kerempeng. Sory curhat.

'Sini Bang, duduk-duduk sambil ngopi' kata Bang Yong setelah selesai menyeruput kopi di hadapanya. Bang Yong juga salah satu Host di rumah Singgah dan sekaligus anak dari Mamak dan Bapak. Seperti biasanya, budaya seseorang saat berkelana. Kami mulai percakapan dengan perkenalan, nama, asal mana, dan mau kemana. Dan tentunya berlanjut saling bercerita tentang pengalaman. Salah satu yang membuat saya kagum adalah cerita Mbak Yus, seorang Traveller dari Palembang. Jauh-jauh melakukan perjalanan dari Palembang hingga Larantuka dengan mobilnya, dan satu yang membuat tercengang, dia nyetir mobil sendirian berminggu-minggu!

'Mobil gue itu udah kayak rumah, liat aja tuh, semua kursi jok penuh ma barang', Ucap Mbak Yus, sambil duduk dengan melipat kedua kakinya dan sesekali matanya melirik ke kanan kiri, seolah sudah menjadi ciri khas ekspresinya. Sudah pasti dari ceritanya yang seru ini akan mendatangkan pertanyaan bertubi-tubi. Terutama dari saya, Bang Imam (Bandung), dan Bang Gifri (Jogja), tetapi tidak untuk bule dari Jerman yang bernama Mouriezt, karena dia tidak mengerti Bahasa Indonesia. Dia cukup melihat, dan mengamati percakapan kami. Sesekali ikut tertawa jika kami tertawa, mungkin agar suasananya tak garing.

[caption id="attachment_384" align="aligncenter" width="640"]benang kelambu waterfall Benang kelambu waterfall[/caption]

Pernah juga ada moment yang sangat menggelitik, tapatnya saya lupa hari ke berapa. Di teras depan rumah, kami duduk melingkar bertujuh mendengar permainan Ukulule Mbak Morin (Jakarta) dan Adies, si cewek bule dari Kroasia. Suaranya merdu ketika membawakan karya-karya bob marley, kadang berduet bersama Bang Roziek (Sembalun). Lainya, Saya, Kanzul (Sidoarjo), nyambi mendengar cerita ringan dari Bang Yong dan Bang Sobah tentang sejarah berdirinya Rumah Singgah.

Kemudian...

'Excuse me', ucap dua bule yang baru datang dengan menggendong carrier besar di punggungnya. Seorang lelaki dan wanita, perawakanya tidak terlalu tinggi. Sambil ku menerka-nerka, Kurasa mereka adalah sepasang kekasih.

'Hello, where do you come from?' Sambut Bang Sobah yang terdengar sangat fasih berbahasa Inggris. Dua bule itu menjawab kalau dirinya berasal dari Argentina. Wuiih, batin saya, Rumah Singgah sungguh semakin mendunia. Berbeda dengan kunjungan pertama saya kesini, yang masih jarang ada Backpacker luar negeri mampir bermalam.

'Wah, kalian dari Argentina? Saya dulu pernah punya teman disana, di Rosario '. Ucap Bang Sobah yang saya terjemahkan dengan Bahasa Indonesia. Ekspresinya juga menandakan keseriusan. Dan saya juga membatin, kalau Bang Sobah sering berpetualang ke luar negeri.

'Oh, benarkah?' Tanya dua bule itu dengan serempak. Dan mereka juga terlihat antusias mendengar jawaban selanjutnya dari Bang Sobah, Sampai-sampai si bule belum sempat menurunkan carrier yang ia gendong.

'Nama Teman saya Messi, ya Lionel messi, dia sekarang bermain sepak bola di Barcelona'. Jawab Bang Sobah dengan Bahasa Inggris, dan mimiknya juga masih sama seriusnya seperti di kalimat pertama. Dua detik kami bersembilan saling pandang, hening, semacam melongo mendengarnya.

Tiga detik berikutnya kami semua tertawa terpingkal-pingkal, terutama Si Adies. Sampai-sampai Ukulele yang dia pegang terbentur beberapa kali ke lantai. ' Oh my God'. Lelucon dahsyat!

'Hahahaha, Just kidding', Welcome to the halfway house'. Begitulah ucapan terakhir Bang Sobah setalah membuat kami puas tertawa lepas.

Bang sobah : Juga salah satu Host dirumah singgah.

Komentar

  1. singkat amir bang... jadi dapat cerita apa sdr mba yus?? hahahaha penasaran jugaa

    BalasHapus
  2. Belom kesampean ke benang kelambu ihik ihik

    BalasHapus
  3. Bang kentang bang!! lagi seru ceritanya abis. Heu ._.

    BalasHapus
  4. Hai kak Fitri,

    Iya beneran. Kalau lagi ke lombok mampir-mampir ya ke Rumah Singgah :)

    BalasHapus
  5. Saya dengar bnackpacker lombok memang welcome bgt, saya sering dengar dari yg ingin hiking ke gn.Rinjani

    BalasHapus
  6. Betul mbak siti,semua host di rumah singgah memang ramah banget. Saya pertama ke rumah singgah saat mau naik rinjani.

    BalasHapus
  7. bang bakal mungkin ga rumah singgah ga muat numpangin para backpacker ? hehehe

    BalasHapus
  8. Halo mas Hawary,

    Bisa jadi mungkin mas, makanya harus konfirmasi ke host nya rusing dulu kalau mau datang.

    BalasHapus
  9. Boleh minta nmr kontak host nya?

    BalasHapus
  10. Hallo ninda, aku catet di tulisan ini...buka bentar ya http://lajurpejalan.com/2015/08/jalan-jalan-murah-ke-lombok-bisa.html

    BalasHapus

Posting Komentar