Senja Kampung Nelayan

"Hai...hai, bangun...bangun. Kita sudah sampai di Labuan Bajo" Pak Dian membangunkan saya yang tertidur pulas beralas matras di dek belakang kapal. Tanpa cuci muka, Buru-buru saya merapikan sleepingbag dan menata ulang barang bawaan di ransel.

Sore. Langit belum sepenuhnya sempurna merubah warna menjadi jingga. Para penumpang berebut turun tergopoh-gopoh menuruni anak tangga. Sanak saudara mereka sudah menunggu di ujung dermaga. Demikian para porter, menyambut penumpang yang butuh penolong mengangkut barang-barang. Riuh, bahagianya mereka selamat sampai tujuan.

Lima puluh jam lamanya saya naik turun transportasi umum dari Kota asal. Mulai dari roda tiga, roda empat, roda enam, hingga kapal penghubung antar pulau. puluhan kota yang tak mungkin saya hafal semua nama-namanya terlewati sudah. Empat selat terseberangi, delapan pelabuhan saya singgahi. Sungguh, perjalanan yang meremukkan badan. Dan yang paling membosankan adalah: kenyang mual karena terombang-ambing gelombang laut.

12093733_1503064660015461_125867123_n

Saya tiba di Bumi Flores!

Tujuan impian telah terwujud. Pulau impian sudah terjejaki. Di kepulauan kecil-kecil barat sana adalah tempat bersemayam satu-satunya hewan masa purba yang masih hidup di muka bumi (hanya di Indonesia) hingga UNESCO pun menyematkan kepulauan itu sebagai situs warisan dunia. Hewan bernama Komodo. Predator utama di Taman Nasional Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur.

Benar yang di katakan seorang kawan. Sunset di Labuan Bajo memang sempurna, atau mungkin ini keberuntungan cuaca? Dalam pandangan mata begitu memesona. Ditambah lagi lekukan-lekukan bukit menjulang di kiri dan kanan, lenskap istimewa! Saya berjalan kaki menyusuri jalanan Labuan Bajo mengikuti arah redupnya senja, tanpa tahu dimana harus berhenti.

Baca juga Menengok pedalaman Flores di Kampung Adat Waerebo yang mendunia

Entah sejak kapan saya selalu jatuh cinta dengan matahari sore. Bukan cuma di gunung, pantai, bangunan-bangunan tinggi. Di pemetang sawah pun rasanya betah berlama-lama. Menunggu ia berubah warna, dari putih, kuning hingga orange. Mengantarnya menyelinap perlahan di bagian bumi yang lain. Sedikit berlebihan mungkin, tapi nyatanya senja selalu menghadirkan romansa.

Dua puluh menit berjalan ke barat laut, saya tiba di Kampung Ujung. Kampung yang berhadapan langsung dengan Laut dan yang saya cari: Senja. Rumah panggung berjajar rapi, kadang terselip resort-resort sederhana pada deretan rumah penduduk. Ibu-ibu duduk di atas pondasi batas pemecah ombak, mungkin menggosip. Bule-bule di lantai dua resortnya juga memandang ke arah yang sama, ke arah barat. Puluhan anak kecil membuntuti langkah saya menuju dermaga kayu sambil berbisik-bisik satu sama lain. Saya kagetkan dengan memutar badan secepat mungkin, dan saya gretak..Door! Seketika tawa meledak bersamaan, mereka terkekeh-kekeh.

Hari pertama menginjak tanah ini, sore pertama memanjakan mata pada alam Flores, besok keindahan apa lagi yang akan disajikan Nusa Nipa? Tunggu, senyum ramah dari tuan dan nona-nona kampung ini pun sebuah pertunjukan yang tak kalah istimewa. Apa lagi bisa bercengkrama dengan mereka dan bertukar cerita. Bagiku (sekarang) Keindahan tak semata di lihat, namun juga di rasakan. Ya, merasakan bahagia yang terpancar dari senyum tulus misalnya. Senyum tulus orang-orang di sekeliling, senyum dari kehidupan dari Kampung Ujung yang begitu jauh dari rumah.

Junaidi dan adiknya, Bocah asli Kampung Ujung ini hampir tidak pernah melewatkan sore untuk bermain di sekitar pondasi batas pemecah ombak. Demikian pula dengan teman-temanya yang lain. Entah itu bermain kejar-kejaran atau main bola. Yang saya tau, Junaidi dan adiknya paling antusias dengan sepak bola. Kaosnya saja jersey FC Juventus , hafal klub-klub raksasa sepak bola dari eropa pula. Dan dia juga sepertinya ada bakat di bidang olahraga ini, terlihat saat tadi menggiring bola melewati teman-temanya. Lincah dan gesit.

Mengobrol dengan anak-anak Kampung Ujung begitu menyenangkan. Tahu maksud kedatangan saya berburu sunset, mereka berebut saling menunjukan spot terbaik. "Di samping dermaga sana, bagus lagi kalau sambil naik perahu ke tengah, bagus Disana (sambil menunjuk ke atas bukit), enak disini sambil main bola" Celetuk anak-anak saling bersahutan. Kita bicarakan soal cita-cita, jawabnya semangat, ada yang ingin jadi Guru, Pemain bola, Dokter, dan Pencari ikan atau pelaut ulung seperti nenek moyang.

Paman si Junaidi bercerita kalau ingin sekali ke Jawa. Dia adalah pria berumur sekitar dua puluh tujuh yang ingin mencoba merantau di Tanah Jawa. Badanya kurus ceking. Kebetulan saudaranya ada disana, di Surabaya kerja pabrik. Sebenarnya cari uang disini juga tidak terlalu susah, dia seorang nelayan. Beruntung di Laut Flores tangkapan ikan begitu melimpah. Tapi, yang di inginkan hanya satu: Pengalaman. Sama seperti Junaidi dan adiknya, ketika ia besar dan sudah lulus sekolah nanti ingin mengadu nasib, mungkin di Metropolitan.

Terselip Do'a ketika matahari hampir separuh bulatnya tertelan ujung laut, Semoga anak-anak di Kampung Ujung ini mendapat hak mewujudkan mimpi dan cita-cita. Menjadi seorang yang di banggakan dengan potensi yang mereka miliki.

IMG_4473

Adzan Maghrib berkumandang. Lantuanan ayatnya mengantar sang surya ke peraduan hingga tenggelam sempurna. Tinggal sisa-sisa berwarna jingga dan gurat langit yang semakin kelabu. Saya jatuh cinta pada senja untuk yang kesekian kali, dengan tempat ini. Kopi pahit sebagai hidangan pertunjukan sore sudah tinggal ampas. Rokok kretek juga tinggal isapan terakhir. Saya berlalu meninggalkan Kampung Ujung, berpisah dengan Junaidi, paman dan teman-temanya. Tidak lupa, di tutup dengan bernyanyi bersama lagu "SAYONARA".

Komentar

  1. Sama kita mas pecinta sunset, dan foto sunsetnya keren habis dech. Labuan Bajo dan sekitarnya bagus bangat yach. Aku masih kepengen kesana lagi loh, ngangenin bangat dech.

    BalasHapus
  2. Iya betul Mbak Adelina. Sunset di Labuan Bajo emang juara. Apalagi di atas Bukit Waringin itu ya. :)

    Saya juga kapan-kapan ingin kesana lagi.

    BalasHapus
  3. Duh mas Inggit ceritane sampean bikin mupeng, tempat ini merupakan salah satu impian aku, Bumi Flores... Kalau kelamaan terombang - ambing di laut ya mual ya mas? sansetnya ituloh, keren! keren!

    BalasHapus
  4. Ya..ampun Labuan Bajo. Salah satu tempat teindah di Indonesia Timur,
    Asyiik y jadi mas nya, udah banyak mengunjungi tempat menakjubkan di negeri ini. :)

    BalasHapus
  5. Iya. Indah bu Sie.
    Masih sedikit sekali tempat yang saya kunjungi...semoga kapan2 bisa ke tempat-tempat baru lagi.

    BalasHapus
  6. Oh iya mas? Wah, segera atur lah jadwalnya :)
    Semoha bisa cepet2 ke sana ya mas.
    aha, iya...lumayan mual2. Sampek kenyang.

    BalasHapus
  7. Oh iya mas? Wah, segera atur lah jadwalnya :)
    Semoga bisa cepet2 ke sana ya mas.
    aha, iya...lumayan mual2. Sampek kenyang.

    BalasHapus
  8. aku ingin kesana kak tolong dong aakk

    BalasHapus
  9. Gampang mah itu, tinggal berangkat...ayo wes ndang di berangkatkan. :D

    BalasHapus
  10. Pemburu senja!! heheh..
    Sempat ke Flores tapi hanya sampai Maumere dan Ende :-(

    BalasHapus
  11. Aduh mas, aku malah belum sampai Maumere. Dari ende masih jauh ke timur lagi ya itu...Senja di Labuan bajo cakep mas :)

    BalasHapus
  12. Iya, hehehe
    Di Maumere dan Ende, pantainya yang cakep-cakep mas tapi lebih famous Labuan Bajo loh :-D

    BalasHapus
  13. Pict nya amazing banget kak, bikin iri pengen ada disitu :D

    BalasHapus
  14. Ayo kak, jadwalin nonton sunset disini sama adik2 kampung ujung. :)

    Makasih ya uda mampir. Salam kenal.

    BalasHapus
  15. kereennn... saya biasanya nonton sunsetnya di kepulauan seribu
    pulau panggang

    BalasHapus
  16. Kalau ke sana saya belum pernah tapi tempo hari saya ke NTT belu, ada saudara yang harus di kunjungi. Sunset nya wah banget yah,,, senang sekali rasanya bisa menikmati karuniaNya itu. Salam dari kami mas,,,

    BalasHapus
  17. Itu juga keren mas azmi...saya juga pengen sekali main ke Pulau Seribu. Makasih sudah singgah mas. Salam kenal :)

    BalasHapus
  18. Alam di Flores memang mengagumkan, mulai dari ujung barat hingga selatan selalu menggoda saya untuk kembali ke sana. Pengenya kalau kesana lagi mau ke Kupang. :)

    Salam kenal mas ya. Terimakasih sudah singgah.

    BalasHapus
  19. NTT jadi salah satu destinasi yang masuk bucket list aku tahun ini. Semoga bisa kesampaian liburan kesana :D

    Sunsetnya ketje maaaaaas aaaak~

    BalasHapus
  20. Amin. Semoga kesampaian ya mbak anggi. Alam Flores emang ketjeh :D Apalagi sunsetnya Labuan bajo.

    BalasHapus
  21. Ahh bikin mupeng senjanya .... Aku gak pernah liat ginian di pantai. Jadi pingin.

    BalasHapus
  22. Suasana sunset juga salah satu favorit saya. Apalagi saat berada di tempat yang bagus, saya pasti tak lupa untuk menyesapinya..

    fotonya keren..

    Salam kenal

    BalasHapus
  23. Ah, sunsetnya mendamaikan. Ga tau gimana ngungkapinnya. :|

    BalasHapus
  24. Waha, saya ikut terharu juga mas. Memang mendamaikan.

    BalasHapus
  25. Iya mas. Dimanapun tempatnya...saya juga selalu suka.
    Jauh lebih keren foto2nya mas iqbal :)

    Salam kenal juga mas Iqbal.

    BalasHapus
  26. Ayo Mbak Anis..harus datang lihat sunset pantai :)

    BalasHapus
  27. Ilham saputra14 Maret 2016 15.18

    Keren git... ayo ke flores lagi.. ak ikut. Hehehe

    BalasHapus
  28. Ayo ham. Pengen kupang insya allah :)

    BalasHapus
  29. Kalo aku jatuh cinta sama orang yg menemani menanti senja di sore itu ihik ihik

    BalasHapus
  30. Yang mana? ada ta hihihi :D

    BalasHapus
  31. labuan bajo salah satu destinasi impian saya ...
    btw .. foto matahari sorenya keren bangettt

    BalasHapus
  32. Labuan Bajo memang cakep, apalagi sunsetnya...juara.
    semoga lekas bisa kesana ya mas. dengan bersepedah :)

    BalasHapus
  33. Ceritanya dalam sekali mas, ada alam, ada manusia, ada kendaraan. Lengkap sekali. Sepertinya sebuah pengalaman yang sangat membekas ya selama di Flores. Saya juga ingin suatu hari nanti bisa bersua dengan Flores. Semoga
    Salam kenal dari Surabaya, mas Inggit

    BalasHapus
  34. Terimakasih Mas Surya.

    Semoga mas surya bisa segera menyusul kesana ya :)
    Salam kenal juga dari Gresik.

    BalasHapus
  35. ma singgit ini cocok sekali jadi penulis novel... jng" sudah ya?? hehe keren mas

    BalasHapus
  36. haha, mas angki bisa aja. Saya masih belajar nulis yang baik mas :)

    BalasHapus
  37. Waduh, belum kesampean nih kesana..sunsetnya ciamikk!

    BalasHapus
  38. Ayo mas, segerakan kesana ya :)

    BalasHapus
  39. indah bnget tu mas... jadi pengen kesana, soalnya setiap bulan bahkan mngkn setiap mnggu saya perlu liburan biar suasana hati dan pikiran jadi tenang dan segar... hehe. curhat nih...

    BalasHapus
  40. Sepakat, indah banget. Monggo mas ke Flores biar pikiran tenang :)

    BalasHapus

Posting Komentar