Coban Sewu Atau Tumpak Sewu?

Coban Sewu

Jam setengah enam pagi saya tiba di pelataran parkir Wisata Air Terjun Coban Sewu. Masih sepi. Tanah lapang dan bangunan beratap seng untuk tempat kendaraan itu masih kosong melompong, begitu juga di warung kanan-kirinya, tak satupun orang saya temui. Saya yang paling pertama datang, bahkan mendahului pengelola tempat wisata tersebut.

"Jam berapa bukanya?" Berto bertanya.

"Mana aku tahu" Jawab saya.

Hampir setengah jam kami mondar-mandir diparkiran, jalan ke kanan-ke kiri, mengusap-usap kedua lengan dengan tangan saling silang untuk menepis rasa dingin.

Gunung Semeru di sebelah utara kegagahanya terlihat jelas. Pucuknya mengepulkan asap pekat berwarna abu-abu, setengah menit kelihatan diam, setengah menit lagi menyebar ke angkasa. Terus menerus mempertontonkan kemolekanya hingga beberapa menit kemudian hilang dibungkus awan putih.

Blarr..blarr...seseorang datang dengan motor CB merah. Mungkin ia si pemilik warung, atau salah satu pengelola wisata air terjun Coban Sewu. "Bagus, semoga hari ini buka" Saya membatin, karena jika mendung sedikit saja wisata akan ditutup. Rawan longsor dan banjir katanya.

Air Terjun Coban Sewu terbilang masih baru dikenal, mulai tenar kira-kira setahun lalu. Foto-fotonya menyebar cepat lewat sosial media. Air terjun yang melingkar lebar dengan ketinggian hampir dua ratus meter itu namanya juga sering disebut-sebut dengan "The Little Niagara". Air sungainya turun langsung dari hulu lereng Semeru.

Apa anda tertarik mengunjunginya? Ini surga di perbatasan Malang dan Lumajang. Surga Indonesia!

Jadi, sudah tahu ini dimana, kan?

***

Warung-warung sudah mulai buka. Kopi pahit menemani obrolan saya dengan Pak Nur di pagi itu. Beliau adalah salah satu panitia pengelola wisata air terjun Coban Sewu. "Kalau minggu ramai mas, biasanya juga ada bule kesini" Beliau membuka percakapan.

Memang sudah sepantasnya kalau kecantikan air terjun ini akan mengundang pelancong dari berbagai penjuru dunia. Gambar-gambarnya di media sosial begitu viral, menjadi perbincangan hangat di forum-forum backpacker atau traveler. Sudah pasti, akhirnya wisatawan pun berbondong-bondong membanjiri si primadona : Coban Sewu.

Sebenarnya saya sempat bingung dengan namanya, Coban Sewu atau Tumpak Sewu. Ketika browsing di internet, ada yang menyebutnya Tumpak, ada lagi yang menyebut Coban. Sama tempat tapi punya dua nama. Tentu ada alasan di balik ini semua, bukan? Saya berharap rasa penasaran tentang dua nama itu nanti akan terjawab. Oh ya, Pak Nur, Barangkali akan menjawabnya nanti.

The Little Niagara Indonesia atau Coban Sewu umumnya dikenal berlokasi di perbatasan dua kabupaten, Malang dan Lumajang. Perbatasan yang di sekat oleh sungai tempat mengalirnya air dari atap Coban itu. Namun sejatinya Coban Sewu adalah milik perhutani Malang. Ya, itu berarti bukan di Lumajang karena letak persisnya tebing air terjun tersebut masih ikut Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampel Gading, Kabupaten Malang. Dan inilah yang mempengaruhi adanya dua nama itu : Coban Sewu dan Tumpak Sewu.

"Dari dulu nama air terjun ini ya Coban Sewu, kalau kamu mendengar Tumpak Sewu, itu orang Lumajang yang memberi nama. Tumpak dalam artian kata jaman dulu adalah "numpang/ Nunut", Karena memang letaknya masih berada di Kabupaten Malang, dan bisa di akses dari Lumajang, maka pihak Lumajang memberi nama Tumpak Sewu : Numpang jalan ke Coban Sewu. Kalau kamu masuk lewat sini ya sebut dengan Coban Sewu, kalau kamu masuk dari Lumajang, sebut Tumpak Sewu” Pak Nur menginformasi.

Jika kita mengaksesnya dari Pronojiwo, Lumajang melalui Wisata Goa Tetes berjalan menyusuri sungai, di perbatasan sungai akan ada penjaga dari pihak pengelola Wisata Coban sewu, Malang yang akan menarik tiket masuk wisata. Juga sebaliknya, jika kita berangkat dari Coban Sewu ingin sekalian ke Goa Tetes, maka akan ada juga penjaga dari pihak pengelola Coban tetes, Lumajang yang akan menarik karcis masuk.


Menariknya lagi jika kita dari Coban Sewu iseng-iseng menyebrang ke sisi timur sungai, jangan kaget kalau diminta uang oleh penjaga. Itu artinya anda sudah menginjak kawasan tanah Lumajang, walaupun itu kita sama sekali tidak berniat untuk ke Goa Tetes, Lumajang.

Untuk pengelolaan sudah cukup baik menurut saya. Parkir Luas, toliet umum, warung, dan penjual souvenir juga sudah ada. “Progam selanjutnya yaitu pelebaran jalan dari gang depan sampai kesini, diaspal, nanti juga akan ada homestay untuk wisatawan yang ingin bermalam disini” Ujar Pak Nur.

Semoga Coban Sewu memberikan dampak yang baik bagi masyarakat. Tentunya dalam hal mendongkrak ekonomi dan ketersediaan lapangan kerja, khususnya warga setempat.


***

Setapak demi setapak saya lalui. Di awal jalur masih tergolong mudah, kira-kira seratusan meter masih mulus dengan medan cor. Selanjutnya? Ratusan tangga bambu yang rata-rata berdiri tegap lah yang mengantar kaki sampai tujuan. Tangan harus selalu mencengkram kuat-kuat tali tambang disisi kanan dan kiri. Lepas sedikit saja bisa tergelincir dan berakibat fatal. Di bawah sana ada jurang menganga siap menyambut!

Mari berkunjung.

Catatan

  • HTM Rp 5.000

  • Parkir Motor Rp 5.000

  • Rute : Kota Malang - Gadang - Turen - Ampel Gading - Sidorenggo

Komentar

  1. Tangga menuju curugnya agak menguji adrenalin ya kak hehehe

    BalasHapus
  2. Sempat bikin ambigu, aku pikir dua hal yang berbeda. Sempat bandigin beberapa foto yang viral di internet memang kelihatan beda. Ternyata cuma beda angle aja ya. :D

    Btw, curug begini pasti butuh perjuangan untuk sampai ke cucurannya. :D

    BalasHapus
  3. Jalannya ekstrem ya mas, tangga bambunya panjang ya?

    BalasHapus
  4. Lumayan ekstrem...setengah jam perjalanan. Yang susah naik turum tangganya mas...bikin ngilu kaki. :D

    BalasHapus
  5. Saya pun demikian mas...ternyata ada 3 spot...umumnya dari coban sewu malang, dan goa tetes, lumajang dan satu lagi atas cucuranya itu. Tapi bahaya...nggak di rekomendasikan. :)

    Perjuangan banget :)

    BalasHapus
  6. Sangat kak...apalagi banyak banget tangga kayak gitu. Bikin kaki gemeteran. :D

    BalasHapus
  7. oalah mas, jadi mau ke coba sewu itu harus naik tangga bambu itu dulu ya... salut buat mas Inggit, perjuangan ke sana...
    btw memang bagus sih ya air terjunnya mas

    BalasHapus
  8. mas cum mau kesini kemarin gagal. ini treknya gak serem ta mas ? katanya lewat tangga-tangga ?

    BalasHapus
  9. Ya mbak monic...turun. Dan sangat melelahkan sekali. Ahaha. Yup, menurut saya ini air terjun tercantik yang pernah saya tahu.

    BalasHapus
  10. Nggak serem..cuma bikin kaki gemeteran aja. Capek turunin tangga, banyak banget.

    BalasHapus
  11. Wah bagus banget mas Air Terjunnya,,, kalau dilihat - lihat sieh seperti Air Terjun yang ada di Lombok, bedanya ini nggak ada rerumputan yang tumbuh di dinding - dinding air terjunnya,,,,
    Iya ya, yang benar Tumpak atau Coban Sewu ya? ah terlepas dari namanya yang penting tempatnya tetap sama dah.... keren mas, keren, :-)

    BalasHapus
  12. Betul...kalau nggak salah mirip tiu kelap ya mas anis. Menurut saya ini air terjun paling cantik di jawa timur. Ayo kesini mas...

    BalasHapus
  13. Bagus banget tempatnya...semoga kapan2 bisa kesana nih

    BalasHapus
  14. Air terjun coban sewu keren. Dengan peningkatan wisatawan ke sana semoga pengelola tetap menjaga keasriannya. Pengunjing juga tidak merusak dan membuang sampah sembarangan. Dengan begitu dapat mendukung ekonomi masyarakat sekitar

    BalasHapus
  15. Pemandangannya itu loh, bikin pengen ke situ, duah gitu adem, pasti sejuk banget.

    BalasHapus
  16. Amin. Semoga ya mas...saya doakan.

    BalasHapus
  17. Amin..semoga ya bu evi. Kapan-kapan bu evi jg harus nyobain kesini :)

    BalasHapus
  18. Bener banget . Sejuk, apalagi ini di lereng semeru :)

    BalasHapus
  19. ini yang namanya air terjun pelangi mas?

    BalasHapus
  20. bukan mas, lain lagi sama coban pelangi :)

    BalasHapus
  21. epic banget coban sewu, jadi pengen kesana

    BalasHapus
  22. Subhanallah..cantiknya. pingin ke sana ah..tp entah kapan

    BalasHapus
  23. Di segerakan mbak, keren loh :D

    BalasHapus
  24. Coban Sewu ini sama ama Coban Rondo gak ya? Agak familiar tapi.. *nenggak Sangobion*

    BalasHapus
  25. wiwww ... amazing banget coban-nya .... bener bener keren abisss
    wajar kalau tempat seindah ini jadi ngehit. "Infrastruktur" sampai ke coban-nya terbilang ekstrem juga ya ... atau memang sengaja dibuat begitu .. supaya lebih berasa petualangannya :)

    BalasHapus
  26. Bukan di buat seperti mas, memang jalurnya yang sulit, berupa tebing tegak. Bahkan rasanya tidak mungkin kalau di buatkan tangga cor.

    BalasHapus
  27. Ehe bukan mbak eka. Kalau Coban Rondo letaknya di Batu...kalau coban rondo emang udah terkenal dari dulu :)

    BalasHapus
  28. Foto2 kurang akeh mas.. Hehe

    Nice post anyway.

    BalasHapus
  29. Oke. Nanti saya tambahin ya.. Makasih mas :)

    BalasHapus
  30. kece juga yah ternyata kalo turun hehe capeknya pake banget g mas???

    BalasHapus
  31. Kenapa ya... air terjun selalu terlihat indah...
    Walaupun jalur dan jaraknya jauh... coban sewu atau tumpak sewu... tetap menarik minat untuk dikunjungi...
    Salam,

    BalasHapus
  32. Air terjunnya keren. Seharusnya jika dikelola dengan tepat, potensi Coban Sewu ini bisa sangat besar ya mas.

    BalasHapus
  33. Wuih air terjunnya keren banget ya, unik, soalnya air terjun kebanyakan hanya punya satu titik tapi ini melebar seperti niagara tapi versi kecilnya ya

    BalasHapus
  34. Itulah yang menjadi daya tariknya mas. :)

    BalasHapus
  35. Betul sekali mas. Terbaik menurut saya :)

    BalasHapus
  36. Betul sekali...salain indah juga sejuk bikin betah kalau berlama-lama disini :)

    BalasHapus
  37. Kece banget :D

    Capek mas..kaki sampek ngilu semua hehe

    BalasHapus
  38. Bikin ngiler itu gan curugnya :-O
    kalau buat potograpi joss pasti..

    BalasHapus
  39. Betul sekali mas. Mantap!

    BalasHapus
  40. mantep bgt tempatnya, wajib di kunjungi nih suatu saat nanti
    moga tercapai :D

    BalasHapus
  41. melihat air terjun ini mengingatkan kampung halaman gw di peru :D :D

    BalasHapus

Posting Komentar