Damar Kurung Dan Dekade Sepeninggal Masmundari

Kemarin malam ratusan pelita menggantung indah pada gang sempit Kampung Kebomas, Gresik. Ratusan Damar Kurung yang menghias didalam gang itu dibuat oleh anak-anak sekolah, beberapa Mahasiswa dan komunitas.

Dinding samping rumah pada lorong gang tersebut juga nampak lukisan mural wajah sang Maestro, Masmundari. Temaram, tapi tak sedikitpun mengurangi kemeriahan acara Damar Kurung fest 2016 yang di helet oleh komunitas pemuda Gresik itu.

Foto by Nashry Adi Habiby

Kotak-kotak bercahaya digantung model zigzag diatas kepala menusia. Sebuah kotak bergambar yang penuh makna tentang kehidupan kota santri. Menampilkan siluet wajah-wajah, alam, perdagangan, keagamaan dan ritual masa lalu hingga kini. Semua ada pada dinding-dinding samping kubus yang bernama : Damar Kurung.

Dari ujung ke ujung gang, pengunjung berjubel mengantri untuk berfoto selfie dengan latar belakang cahaya kotak melayang-layang. Hampir semua pengunjungnya adalah pemuda dan pemudi. Kuliner khas yang dijual oleh warga dan beberapa ikatan Mahasiswa pun laris manis. Hari ini adalah ramadan yang istemewa bagi masyrakat Kota Gresik. Lebih tepatnya pesta mengenang tradisi islami berbalut seni.

Di festival tahun-tahun sebelumnya saya sendiri belum sempat melihat acara ini. Padahal sejak tahun 2012 sudah rutin diadakan setiap tahun. Beruntung, kemarin malam saya bisa menyempatkan berkunjung ke Kebomas yang lokasinya juga lumayan jauh dari tempat tinggal saya.

Festival Damar Kurung kali ini mengusung tema “Dekade Sepeninggal Masmundari”, tentunya untuk mengenang sosok seniman wanita bersahaja asal Gresik tersebut. Dengan adanya dialog seputar sejarah Damar Kurung dan pemutaran film dokumenter tentang Masmundari, pengunjung akan di ajak lebih jauh mengenal apa itu "Damar Kurung" dan siapa sebenarnya sosok "Masmundari".

Damar Kurung merupakan tradisi islami berbalut seni yang berasal dari Gresik. Damar yang berarti penerang, dan Kurung yang berarti pelindung atau penutup. Jadi Damar Kurung adalah penerang yang diberi pelindung dari sebuah kotak persegi yang dibuat dari potongan-potongan bambu, kertas dan kemudian digambar. Untuk menyambut malam Lailatul Qodar pada bulan ramadhan inilah masyarakat Gresik pada jaman dulu menggantungkan lentera damar kurung didepan rumah-rumah mereka.

Gambar-gambar pada Damar Kurung jika dilihat, semuanya nampak terlihat menyamping. Seperti sama halnya jika kita melihat pegelaran wayang, objek hanya terlihat dari satu sisi, namun cukup bisa memberikan makna yang tersirat dari sang pelukisnya.

Bicara mengenai Damar Kurung saat ini memang tak bisa lepas dari sosok Sriwati Masmundari, sosok wanita asli Gresik yang lahir 4 Januari 1904 dan meninggal dunia 24 Desember 2005 lalu.

Masmundari merupakan pelaku seni yang begitu inspiratif, konsisten melukis pada kotak-kotak damar kurung dan terus melestarikannya. Dan tanpa di sengaja, pekerjaan dan kecintaanya terhadap Damar Kurung tersebut melahirkan suatu karya-karya seni indah yang dikenal luas masyarakat Indonesia dan bahkan dunia.

Karya-karya lukis Masmundari pada damar kurung lebih menceritakan kehidupan masyarakat sehari-hari. Seperti yang sudah saya singgung sedikit di atas, yaitu tentang alam, kegiatan keagamaan masyarakat Gresik, tentang pernikahan, lebaran, Hadrah, Dll. Karya Masmundari pun pernah di pamerkan dibeberapa ajang. Salah satunya yaitu pameran perdananya yang diadakan di Bentara Budaya Jakarta, 10-17 November 1987.

Seiring berjalannya waktu dan sepeninggal Masmundari tahun 2005 silam, keberadaan Damar Kurung pun semakin redup dan terlupakan. Seorang kawan bahkan ada yang tidak tahu apa itu Damar Kurung. Tradisi Gresik? Hasil karya local genius Gresik? Semua bertanya-tanya.

Dengan di adakanya acara seperti ini “Festival Damar Kurung”, setidaknya masyarakat Gresik akan berupaya mengenal tradisi berbalut seni yang lahir dari daerahnya sendiri, dan kemudian lebih melestarikannya lagi. Menjadikan Damar Kurung sebagai Ikon kebanggaan Kota Gresik.

Semoga festival tahun depan lebih meriah. Amin!

Referensi : Diperoleh dari beberapa sumber

Info : Untuk mengetahui tentang even dan gelar karya seni Damar Kurung selanjutnya bisa buka halaman website www.damarkurungfest.com

Komentar

  1. Wah sepertinya menarik. Saya itu selalu ketinggalan kereta kalau ada info tentang pagelaran seni budaya :|

    BalasHapus
  2. Saya juga hampir ketinggalan mas, untung pas mantengin timeline twetter dari info gresik, ada acara ini :D

    BalasHapus
  3. Damar kurung mengingatkanku ke zaman tahun 1980-an mas. Tradisi yang unik dan menarik sebagai petanda asyiknya bulan Ramadhan dan menyambut hari yang fitri.

    BalasHapus
  4. damar kurung unik, gak ada di daerah lain ya sepertinya

    BalasHapus
  5. pernah dengar sih mas tentang damar kurung ini, tapi ya tidak begitu ngeh sebelumnya, oalah ternyata begitu toh mas..wah seru mas kalau ada festival damar kurung, siippp mas semoga festival tahun depan lebih meriah..amin!

    BalasHapus
  6. wah..kental dengan legenda ya ? jika diperhatikan Bentuknya kaya lampion :)

    BalasHapus
  7. Betul mbak, mirip lampion tapi bentuknya beda.

    BalasHapus
  8. Saya kira memang cuma ada di Gresik mas :)

    BalasHapus
  9. Wah, pasti jamannya pak syamsu seru ya...tiap ramadan bisa menikmati gemerlap damar kurung :)

    BalasHapus
  10. Weih cukup jadi legenda juga ya mas? sepertinya seangkatan seniman Affandi dan Antonio Blanco.
    Semoga karya - karya beliau tetap terniang - niang di benak warga masyarakat Gresik dan tetap menginspirasi,,, :-)

    BalasHapus
  11. Sampai gugling karena penasaran. Baru tahu juga :)

    BalasHapus
  12. Wih, baru tahu mas..blognya bagus sekali, salam..

    BalasHapus
  13. Semoga bermanfaat mas :)

    BalasHapus
  14. Betul sekali, Beliau sang legendaris mas. Karya2nya sudah menasionl dan mendunia

    BalasHapus
  15. Gw jadi inget jaman masih kecil, kalo padusan menjelang puasa, beli damar kurung di deket kuburan pojok gresik

    BalasHapus

Posting Komentar