blog
Kemarin malam ratusan pelita menggantung indah pada gang sempit Kampung Kebomas, Gresik. Ratusan Damar Kurung yang menghias didalam gang itu dibuat oleh anak-anak sekolah, beberapa Mahasiswa dan komunitas. Dinding samping rumah pada lorong gang tersebut juga nampak lukisan mural wajah sang...
Sewaktu mendaki Gunung Sabu di Pulau Bawean, saya melihat anak-anak di puncak dengan mainan tradisionalnya. Enter-enteran namanya. Permainan tradisional yang bentuknya menyerupai baling-baling. Berbunyi mirip raungan raja hutan jika dihempas angin. Semakin kencang suaranya hingga memekakan telinga, tentu semakin...

Hey Berlita, Taukah kau malam ini kekasihmu di rudung rindu teramat sangat? Ya, dia merindukanmu. Padahal masih beberapa waktu lalu kau berpamitan. Ketika dirimu sudah duduk di bangku bus antar kota itu kau juga sempat mengirim pesan singkat : "Aku berangkat,...
Jam setengah enam pagi saya tiba di pelataran parkir Wisata Air Terjun Coban Sewu. Masih sepi. Tanah lapang dan bangunan beratap seng untuk tempat kendaraan itu masih kosong melompong, begitu juga di warung kanan-kirinya, tak satupun orang saya temui....
Beberapa waktu lalu saya saling berkirim pesan di facebook dengan seorang kawan yang pernah saya temui di Rumah Singgah, Lombok. Seperti biasa, tanya kabar dan basa-basi, tentu agar tak memutus tali pertemanan juga. Siapa tau bisa berjumpa lagi di lain tempat. Betapa bahagianya...
Matahari sore sudah menghilang di balik lebatnya pepohonan beberapa menit yang lalu. Pandangan sedikit mengabur. Di tambah lagi kabut tipis mulai membungkus Rawa Embik. Hening, menjelaskan suara gemericik aliran sungai kecil di samping lembah. Sepi. Sunyi. Betapa gagahnya gunung ini....
Dia berada di sebelah kiri jalur waktu itu. Jalur turun. Duduk kelelahan di atas sepetak tanah yang cukup lebar, di bawah pohon besar yang tak lebat daunya. Tanganya masih memegang botol air mineral. Duduk berdua dengan seorang lelaki, dan...
"Hai...hai, bangun...bangun. Kita sudah sampai di Labuan Bajo" Pak Dian membangunkan saya yang tertidur pulas beralas matras di dek belakang kapal. Tanpa cuci muka, Buru-buru saya merapikan sleepingbag dan menata ulang barang bawaan di ransel. Sore. Langit belum sepenuhnya sempurna...

Seperti di kota-kota besar lainya, minggu pagi Kota Makasar tampak lengang. Langit merubah warna, dari redup, perlahan cerah dan memutih sedikit bergurat. Sekujur jalan manapun istirahat dari kesibukan. Toko-toko dan bangunan besar yang berderet-deret masih banyak yang tutup. Sepertinya hanya pekerja kebersihan...
Gunung dimanapun selalu terlihat memesona. Hijau. Gumpalan awan. Berapi. Berpasir garang. Bunga-bunga abadi yang memamerkan kecantikan. Dengan lembah luas dan padang savana, siapa yang tak di buat jatuh cinta? Gunung juga kapan saja bisa menjadi pembunuh masal, menelan, meluluh...